Saat ini film yang dibintangi oleh Scarlet Johansson dengan judul Ghost in The Shell sedang tayang secara serentak di bioskop Indonesia terlepas dari kontroversi film tersebut.

Saat ini banyak sekali film box office yang sedang tayang di Indonesia dan salah satunya adalah Ghost in The Shell. Film yang diperankan oleh Scarlett Johansson sebagai artis utamanya ini ternyata cukup menuai kontroversi khususnya di kalangan fans sebab mereka menilai jika terpilihnya artis barat untuk menjadi bintang utama film online ini kurang cocok dengan aslinya yang seharusnya diperankan oleh artis yang berasal dari Jepang.

Kontroversi Pemeran Utama Ghost in The Shell

Banyak fans dari film Ghost in The Shell ini yang berharap jika pemeran utamanya bukan artis kulit putih yang berasal dari barat melainkan artis Jepang sehingga sesuai dengan aslinya. Bagaimana fans tidak terkejut karena film ini diadaptasi langsung dari manga atau komik dan juga anime Jepang yang ternyata populer di era 90an meskipun filmnya saat ini masih bisa dinikmati oleh seluruh penggemar film. Ternyata anime ini juga menjadi inspirasi yang paling utama untuk film The Matrix yang dahulu diperankan oleh Keanu Reeves. Namun melihat beberapa kontroversi dari perubahan ras pemain yang menjadi kulit putih, ternyata masih banyak hal yang unik dari film yang populer ini.

Seperti yang dilansir oleh The Guardian, sebenarnya orang-orang yang berada dibalik industri film ini sebenarnya mengklaim bahwa sineas film ini cukup takut jika artis yang berasal dari Asia tidak cukup membawa keuntungan untuk film ini dan tidak mampu bersaing dengan film box office lainnya dibandingkan jika mereka memilih artis kulit putih. Disini Marc Bernardin yang berasal dari Los Angeles Time juga memberikan komentar dimana hanya terdapat satu ras saja yang paling dipedulikan di Hollywood dan itu merupakan ras box office. Namun ternyata bukan hanya fans yang berasal dari Jepang saja yang protes dengan keputusan memilih Johansson sebagai peran utama.

Ternyata banyak juga fans yang berasal dari luar Jepang yang protes dan itu membuat fans yang berasal dari Jepang juga terkejut dengan hal ini. Seperti yang dilansir oleh The Hollywood Reporter, justru fans yang berasal dari Jepang mempunyai pendapat yang bertolak belakang. Sebenarnya fans yang berada di Jepang sendiri sudah yakin dan mengetahui bahwa proyek yang digarap di Hollywood ini namun berasal dari Asia sudah pasti menggunakan pemain orang kulit putih. Mereka pun tidak mempermasalahkan apapun terkait dengan penampilan dari fisik tokoh utamanya karena tema yang dominan dari dilm ini adalah identitas diri dengan pengaruh penggunaan tubuh cyborg dunia maya.

Johansson Dibela Sutradara Asli Ghost in The Shell Asal Jepang

Direktur divisi bisnis internasional Kodansha Tokyo yang merupakan perusahaan pemegang hak cipta dari film ini yaitu Sam Yoshiba bahkan juga mendukung upaya dari pihak perfilman Hollywood untuk memilih Johansson. Yoshiba mengatakan melihat dari karir yang sudah dilakukan sejauh ini, Johansson merupakan pilihan yang terbaik sebab dia juga mempunyai rasa untuk cyberpunk sehingga mereka tidak pernah sama sekali berpikir jika pilihan yang utama justru artis Jepang. Ini merupakan properti terbaik Jepang yang dapat dilihat oleh seluruh dunia seperti yang dilansir langsung oleh Entertainment Weekly. Pihak dari paramount Pictures pun turut merilis video anime.

Video ini berisi sutradara anime yang pertama rilis di tahun 1995 silam bernama Mamoru Oshii. Menurut Oshii, penampilan yang diperlihatkan oleh Johansson sebagai karakter yang utama dalam film bandar bola versi Hollywood ini ternyata melebihi ekspektasinya. Seperti yang dilansir oleh IGN, Oshii menyatakan jika cyborg dan juga bentuk fisik asli dinilai satu dan nama “Motoko Kusanagi” serta tubuhnya ini bukan merupakan nama asli dan tubuh aslinya juga sehingga tidak ada sama sekali dasar yang menjelaskan serta mengharuskan jika artis Asia yang memerankan tokoh tersebut.

Sadar jika dirinya menjadi bahan pembicaraan dalam film Ghost in The Shell ini, Johansson pun juga angkat bicara bahwa dirinya hanya ingin memainkan karakter yang terdapat di film sebaik mungkin.